Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) adalah 12 sampai 24 tahun. Namun jika pada usia remaja seseorang sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja

Minggu, 04 April 2010

Ribuan Rumah di Kutai dan Pasaman Dilanda Banjir

Sabtu, 3 April 2010
SAMARINDA (Suara Karya): Banjir merendam ribuan rumah di sembilan RT Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegera, Kalimantan Timur (Kaltim).

Dilaporkan, sebanyak 1.287 keluarga menjadi korban akibat banjir yang terjadi sejak Kamis, 1 April 2010, itu. Seorang anak berusia tiga tahun enam bulan diketahui tewas mengapung di genangan banjir yang mencapai ketinggian satu meter.

"Dari data yang kami himpun hingga Jumat sore, banjir yang terjadi sejak kemarin (Kamis--Red) ini mengakibatkan sebanyak 1.287 keluarga menjadi korban. Kami masih terus menghimpun data untuk memastikan jumlah rumah yang terendam banjir ini," kata Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Penanggulangan Bencana Kantor Kesbang Linmas Kutai Kartanegara, Herlambang, Jumat petang.


Sejak Kamis malam, menurut Kasubbid Penanggulangan Bencana Kantor Kesbang Linmas Kutai Kartanegara itu, ratusan warga mengungsi akibat kekhawatiran banjir akan bertambah tinggi. "Sebagian masih tetap bertahan, namun ratusan warga sudah mengungsi di tempat keluarga mereka," ujar Ketua Tim SAR Kutai Kartanegara itu.

Selain akibat hujan, katanya, banjir diduga juga disebabkan jebolnya tempat penampungan air milik perusahaan batu bara yang beroperasi di Kutai Kartanegara.

Seorang anak dikabarkan tewas akibat banjir yang melanda sembilan RT di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara. Korban bernama Mika Marsiha berusia tiga tahun enam bulan itu ditemukan mengapung di samping rumahnya di Jalan Mangkuraja, RT 23, Kelurahan Loa Ipuh, sekitar pukul 15. 30 Wita.

Sementara itu, banjir dan longsor melanda Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Kamis.

Manajer Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Barat Ade Edwar, kemarin, mengatakan, longsor terjadi di Nagari Suliki, Kecamatan Suliki, Limapuluh Kota, merusak tiga rumah warga.

Wakil Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi ketika dihubungi membenarkan terjadinya longsor di Nagari Suliki. Dia menyebutkan, tidak hanya di Suliki, tetapi banjir juga menimpa daerah Nenan dan Sungai Naning, Kecamatan Bukit Barisan, Limapuluh Kota.

Banjir dan longsor itu, menurut Irfendi, disebabkan hujan deras yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota sejak Rabu malam. Hujan deras itu juga menyebabkan satu jembatan putus akibat dihantam banjir.

Banjir juga melanda Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat, dengan meluapnya Batang Saman, Kamis (1/4) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Menurut Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Pasaman Barat, Edi Murdani, dalam peristiwa itu, sekitar 100 rumah warga terendam banjir. Banjir juga menggenangi ruas jalan Simpang Empat-Air Bangis, yang mengakibatkan terganggunya lalu lintas di jalur itu.

Sementara itu, jalan negara dari arah Kota Padang menuju Kota Bukittinggi tertutup bagi kendaraan besar yang hendak melintasi daerah tersebut.

"Pascalongsor yang menghantam daerah Lembah Anai hingga Cubadak Bungkung, jalan negara Padang-Bukittinggi tertutup bagi kendaraan besar," kata Dirlantas Polda Sumatera Barat, Kombes Sauqi Ahmad, Jumat.

Sedangkan informasi dari Bandung, Jawa Barat, angin puting beliung meluluhlantakkan 92 rumah warga Kampung Rangun RW 3 dan RW 4, Desa Cinunuk, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jumat (2/4). Meski amukan puting beliung itu berembus kencang dan sangat cepat, namun dilaporkan tidak menelan korban jiwa.

"Ada enam orang terluka, itu pun bukan terbanting karena embusan angin, tetapi karena tertimpa reruntuhan bangunan," kata W Ahmad Sugriwa, warga Kampung Rangun RW 3.

Saksi mata mengungkapkan, angin puting beliung itu datang dengan kecepatan tinggi dan diiringi hujan gerimis. Sebelum puting beliung itu datang dan meluluhlantakkan 92 rumah, terlebih dahulu turun gerimis.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Bandung Sutarno Yono di lokasi kejadian, Jumat (2/4), menyatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara, rumah yang rusak sebanyak 92 unit serta 56 hektare sawah dengan tanaman padi berusia 2 hingga 5 bulan luluh lantak dihantam puting beliung. (Ant/Agus Dinar/Dwi Putro AA)

0 komentar:

Posting Komentar