Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) adalah 12 sampai 24 tahun. Namun jika pada usia remaja seseorang sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja

Minggu, 04 April 2010

Kue? Aku Bersyukur Padamu Tuhan..

Kadang kita bertanya dlm hati & tak jarang menyalahkan Tuhan, "Apa yg telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua ?" atau "Kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya ?"

Begini penjelasan yang dituturkan lewat analogi kecil sebuah percakapan ibu & anaknya.

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam rapor, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.

Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, "Tentu, aku suka roti ibu!"


"Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan.
"Yups," ujar anaknya.
"Bagaimana dengan telur mentah ?"
"Ibu bercanda kan.."
"Mau coba tepung terigu atau baking soda ?"
"Buu, semua yang ibu tawarin setelah mentega itu bukannya tidak pantas dicoba.."

Lalu Ibunya menjawab, "Ya, semua itu tadi memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."

Tuhan bekerja dengan cara yang sama seperti penuturan ibu tersebut kepada anaknya.

Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.

Bisakah kita rasakan kalau Tuhan teramat sangat mencintai kita?
Coba perhatikan hal-hal yang sederhana sebagai contoh.

Tuhan mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.

Bersyukurlah atas semua anugrahnya meski kadang tersurat dalam hal pahit sekalipun. Percayalah, dalam jalanNya semua itu indah pada waktunya..

0 komentar:

Posting Komentar